Hot Bangka

Saya mau nulis cerita pas ke Bangka tapi udah lama dan gak tau mau bahas yang mana. Jadi saya share foto dari hape butut saya aja deh. :)

Gambar ini diambil dari atas karena memang tempat makannya di atas. (Lupa nama tempat makannya)





Pak Yadi nampak belakang, pantai Rambak - Bangka




Terdapat Pagoda yang masih dalam proses pembangunan tidak jauh dari pantai Rambak. Pemandangan ini diambil dari tanah lapang sekitar Pagoda.




Rambak Beach





Cuaca di Bangka memang panas, sangat panas menyengat. Jika anda berencana mengunjungi Bangka, Sun Block adalah benda yang wajib anda bawa. :p


Pagoda (unfinished)





Tangga menuju Pagoda






Jalanan turun menuju pantai Rambak









Pantai Rambak








Pantai Rambak





Pantai Rambak





Pantai Parai



Bepergianlah dan pulanglah dengan semakin sadar bahwa Indonesia kaya, Indonesia indah. Bepergianlah kembali dengan membawa rasa ingin tahu yang sama dan gebu yang sama. Bepergianlah karena hidup terlalu singkat untuk dihabiskan sendiri dengan Plant vs Zombies.



I do travel. Why don't you? 



Kata Bu Elis

Ibu Elis, satu-satunya ibu-ibu di ruangan. Hanna bilang beliau ini sudah seperti ibu kosan kami. Sering sekali beliau cerita dari topik ke topik yang secara random kami campur aduk.

Suatu waktu ketika pergi ke Bogor secara random kami membahas seorang kakak kelas kami(laki-laki) di ruangan yang tidak punya pacar dan sedang suka dengan seorang gadis di angkatan kami. Si kakak ini belum apa-apa sudah bercerita ke semua orang, sampai temannya yang tidak seruangan pun tau tentang si gadis.

Dengan pedulinya Bu Elis menasihati si kakak, "Dek, kalo cara kamu kayak gini mendekati wanita. Kamu nggak akan dapet. Nggak bakal. Kemarin kamu bahas usia sama ****(menyebut nama si gadis), kamu tau itu nggak boleh. Jangan sekalipun memulai dengan membicarakan kelemahannya. Wanita itu gila perhatian, dek. Perhatikan dia dan pujilah dia. Nggak perlu dia bilang kebiasaannya, kamu harus tau sendiri. Jadilah teman baiknya. Maka dengan begitu hatinya luluh."

Begitu kata bu Elis...
*maaf jika tidak sama kalimatnya. Saya pelupa.

Banjarmasin, 19.10.2012    15.45 WITA
Category: 4 comments

28.09.2012



Jumat penuh berkah kembali saya rasakan. :) Tidak ada kejadian spesial, tidak ada hadiah yang saya dapat, tidak ada saja, tapi rasanya Subhanallah damainya. :)

Pagi ini saya datang ke kantor pukul 8.30, paling pagi dari semua scumbag magangers di direktorat 2. hehe... Kertas kerja sudah rapih, tapi sepertinya saya masih perlu diskusi dengan pak-ketua-tim-yang-paling-ganteng-sekantor. Siang harinya makan siang bersama teman-teman, sorenya diskusi dengan pak-ketua-tim-yang-paling-ganteng-sekantor. Seru sekali diskusi kami, penuh tawa, dan saya sangat senang jika kondisi kerja sedang kondusif seperti ini. Dengan pekerjaan yang mulanya menggunung kemudian sekarang mulai menipis, saya semakin mencintai pekerjaan ini. Saya ulangi, saya... semakin... mencintai... pekerjaan... ini...

Ah, lupakan kertas kerja. Saya ingin bercerita tentang niat saya kontinyu memakai kaos kaki. Memakai kaos kaki sih mudah, istiqomahnya yang susah. Entah karena lupa, atau alasan semacam 'kalo pake crocs gak cocok pake kaos kaki' dan semacam itu lah. 
Mengapa tiba-tiba mau istiqomah pake kaos kaki? Saya pernah baca twit ustadz @felixsiauw yang katanya kaki juga merupakan aurat, makanya kita harus pake kaos kaki terus kemana-mana. Yah, Insya Allah saya coba yak terus pake kaos kaki. Mau coba juga jilbabnya yang syar'i dan stylish kalo kata kak fitri(Kivitz). Yang gak bisa saya ganti mah cuma satu, pakai rok. Sekalinya pakai rok ke kantor dikecengin bu Elis. :|

Next topik, besok senin(Insya Allah) kami diangkat lho! :D

7 bulan sudah saya bergelut dengan watak baru, pendewasaan, pelajaran yang banyak, pukulan yang cukup,  dan tak pernah lupa kembali berdiri setelah jatuh. Merasa semakin mampu berjalan lebih jauh dan lebih jauh lagi. Ketika akhirnya wajah-wajah mereka yang mulai saya sayangi terganti dengan wajah baru, pasti melankola kembali berseru. Tapi saya yakin semuanya baik-baik saja, dan akan tetap baik-baik saja.

Alhamdulillah...
Syukurku atas rahmat-Mu
:)

ah, meracau pagi hari! 

ijonk 
29.09.2012 03.07 AM
Category: 5 comments

3U Goes to Nikahan Teteh




Matahari ke 9 yang muncul di pagi bulan 9 tahun 2012.

3U berkumpul kembali! :D Simply happy to be there :)

Kesenengan naek bus. ex-3U, SPEAK, Himas united :D


Abangnya teteh sebagai wali nikah. :)

Nunggu teteh keluar :D


Teteh Caaaaaantik baru keluar setelah akad nikah selesai :D

Pengantin baru ::giggling




Teteh dan Suami :)







Teteh dan Suami (lagi)













Ngumpuuuuul! Senang! :D




3U :D
3U, Himas, SPEAK








Girls! :D

Waktunya pulang :)


Category: 6 comments

5 Hari di Kendari

Pertangahan Juni lalu saya berangkat dinas ke Kendari. For your information, di Kendari tidak ada Mc D, dan Pizza hut. Sedih gak tuh!

Oya, 5 hari di Kendari saya manfaatkan tidak hanya ngebo di kamar. Alhamdulillah ada kakak kelas saya, namanya mbak tyas, yang mengakomodasi dengan pengetahuan, jemputan, makanan. The best lah pokoke! Malam pertama di Kendari, saya diajak keluar ke Pirla dan mencoba masakan Sunda. Kenapa masakan Sunda? karena saya sudah muak makan ikan bahkan di hari pertama. Malam - malam berikutnya kami wisata kuliner mencoba makanan di  Kendari Beach (Pisang epe'), di Ratu djimbaran(masakan laut, dan es kuwut), warung tenda Mas Joko(masakan laut, bebek, dan ayam), dan istana sulawesi(masakan laut).

Hari Pertama






Pesawat saya berangkat pukul 00.45 dari Cengkareng kemudian transit di Makassar sampai pukul 06.40. Tidak cukup dengan 3 jam terbang, 3 jam menunggu flight, ditambah lagi 2 jam lebih menunggu delay. Begitu sampai di Bandara Haluoleo Kendari, saya dan bapak ketua tim dijemput oleh bapak budi yang sudah menunggu kedatangan kami. Kemudian beliau mengantar kami ke tempat makan dan ke hotel. 8 jam berada di jalan cukup membuat kami 'teler'. Dan akhirnya kami memutuskan untuk istirahat di hari pertama karena memang lokasi yang kami tuju memakan 6 jam perjalanan bolak-balik dan 2 jam offroad.

Meskipun diperintahkan istirahat oleh ketua tim, malam harinya saya pergi ke pinggir laut bersama mbak tyas. Saya mencoba Sarabba, minuman yang dibuat dari komposisi jahe, susu, dan santan. Lembut di mulut, enak di perut. Minuman ini kental sekali, jika tidak terbiasa mungkin agak eneg.

Hari Kedua


Berangkatlah kami ke Kolaka, tujuan utama kami datang ke tanah Sulawesi ini. Kendari dan Kolaka berjarak 3 - 4 jam perjalanan mobil, dengan medan berkelok dan pemandangan yang bagus. Hijaaaau semua kanan - kiri. Saat itu Kendari - Kolaka hujan seminggu terakhir, membuat pemandangan Kendari- Kolaka seperti di Bogor saja.

Di tengah perjalanan, kami berhenti di suatu warung. Agaknya mengisi perut dulu karena kami akan melewatkan jam makan siang jika terus-terusan melaju. Pak kasubdit da saya mencoba buras, yang pertamanya saya kira sejenis lapet yang notabene manis. Ternyata buras atau burassa' itu semacam beras dengan santan yang dikukus dengan daun pohon pisang. Warung yang kami kunjungi ini semacam warkop. Masing-masing kami memesan kopi, milo, kopi susu, dan makanan masing-masing.Saya dan bapak ketua tim kompak memesan mie goreng telor. Kami berdua sama-sama terperangah begitu pesanan datang,
Pak ketua tim; "mbak, saya pesennya mie goreng."
Mbak penjual; "iyek. Ini mie goreng semua." (dengan logat ketimuran yang kental)
Mie goreng di sini disajikan dengan kuah yang melimpah. Semacam makan mie rebus kurang bumbu saja rasanya.

Kami melanjutkan perjalanan ke Kolaka setelah menyelesaikan makan siang kami. Kurang lebih 2 jam kemudian kami sampai di basecamp auditee di Kolaka. Saya kira sudah sampai di situ perjalanan kami, ternyata kami harus ke site  juga. Dijanjikan perjalanan ke site 30 menit, dengan jalan agak bergelombang. Kami pun berganti mobil dari Avanza ke 4x4. Realitanya? Kami offroad selama lebih dari 2 jam. Saya sarankan jika akan offroad, lebih baik pipis dulu daripada offroad dengan menahan pipis, itu sungguh tidak enak, tidak nyaman. :|

Selesai dari site, malamnya kami langsung pulang ke Kendari. Ketemu kasur jam 2 pagi itu sungguh 'sesuatu' kalo kata syahrini. T.T

Hari Ketiga


Hari ketiga kami hanya keluar makan siang dan makan malam. Makan siang di rumah makan Padang. Yaelaaaah jauh-jauh ke Kendari makannya masakan Padang. T.T

Barulah malam harinya kami mencoba hidangan laut ala kendari di Ratu Djimbaran, kata Palpi sih enak. Tapi ternyata biasa masakan yang kami pesen. Es kuwutnya yang enak! Paduan es kelapa muda ditetesi perasan jeruk lime, dan diramaikan dengan sajian melon serut. Dengan Kendari yang segerah itu. :9 Seeeegeeeeerrrrrrrrrrrrrr deh!!!


Hari Keempat


Hari keempat tidak banyak melakukan apapun, hanya makan siang mencoba sop konro. Alhamdulillah dapet tempat yang enak. :9 Kata Palpi jarang bisa nemu yang masakannya beneran enak.

Malam harinya kami mencoba Pisang Epe' di dekat Kendari Beach. Pisang epe' adalah pisang yang dibakar kemudian dipenyet dan diberi saus manis. Kita bisa memilih varian rasa yang berbeda. Di warung yang kami kunjungi hanya ada rasa coklat, susu, dan keju. Kata palpi (lagi), yang enak adalah pisang epe' dengan saus durian. Sayang sekali di warung tersebut gak ada.

Hari Kelima


Kami kembali wisata kuliner mencoba Coto Makassar. Ada 2 macam yang disajikan di warung tersebut, tapi saya lupa apa variannya. -,-"
Coto Makassar adalah hidangan pagi di Kendari. Sore atau malam hari jarang bisa ditemukan. Beda dengan di Makassar, Coto bisa ditemukan hampir tiap saat.(Kata masnya mbak tyas sih begitu.)

Hari Keenam


Tibalah saatnya kami pulang. Pagi sebelum kami pulang, saya menyempatkan diri menikmati sunrise di tepian laut sepanjang bypass Kendari.

Satu matahari yang sama.
Beda tempat
Beda teman
Beda rasa
Ya, tetap saja saya mengejarnya






Terima kasih, Kendari...
Indonesia indah!
Category: 4 comments